Advertorial DPRD Balikpapan: Pembatasan Gadget bagi Pelajar Perlu Dukungan dari Orang Tua dan...

DPRD Balikpapan: Pembatasan Gadget bagi Pelajar Perlu Dukungan dari Orang Tua dan Sekolah

38
SHARE
Komisi IV DPRD Balikpapan. Anggota DPRD, Iim.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Maraknya penggunaan gadget di kalangan pelajar menjadi perhatian Komisi IV DPRD Balikpapan. Anggota DPRD, Iim, menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang akan membatasi penggunaan gadget dan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.

Menurut Iim, tanpa regulasi yang jelas, anak-anak bisa terpapar berbagai konten yang tidak sesuai, seperti kekerasan, pornografi, serta informasi palsu yang dapat merusak pola pikir mereka.

“Anak-anak semakin lama menggunakan gadget tanpa batasan. Ini bukan hanya berdampak pada kesehatan mental mereka, tetapi juga mengganggu proses belajar dan interaksi sosial,” ujar Iim, Selasa (4/3/2025).

Dewan menyoroti bahwa salah satu dampak negatif gadget pada anak adalah kecanduan bermain game dan menonton konten hiburan yang tidak mendidik. Kondisi ini menyebabkan banyak pelajar kehilangan fokus saat belajar, bahkan menurunkan motivasi akademik mereka.

Untuk itu, Iim mengimbau sekolah-sekolah di Balikpapan untuk ikut berperan aktif dalam membatasi penggunaan gadget di lingkungan pendidikan. Ia juga meminta guru tidak terlalu mengandalkan teknologi dalam memberikan tugas, agar anak-anak tidak semakin tergantung pada gadget.

“Kita bisa kembali ke metode tradisional dengan mengoptimalkan buku pelajaran dan aktivitas belajar interaktif, daripada membiarkan anak terus-menerus menatap layar ponsel,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iim berharap bahwa pembatasan gadget ini juga akan mendapat dukungan penuh dari orang tua. Menurutnya, keluarga memegang peran utama dalam mengawasi dan mengontrol kebiasaan digital anak-anak mereka.

“Bukan hanya pemerintah dan sekolah yang bertanggung jawab, tetapi orang tua juga harus berperan aktif dalam memastikan anak-anak mereka tidak menghabiskan waktu berlebihan di depan gadget,” tegasnya.

DPRD Balikpapan akan terus mendorong pemerintah daerah untuk merancang kebijakan pengawasan digital yang lebih efektif. Iim optimistis bahwa dengan kerja sama semua pihak, anak-anak dapat memiliki lingkungan digital yang lebih sehat dan tidak mudah terpapar konten negatif.

“Kita harus menciptakan sistem yang membantu anak-anak tumbuh dengan cara yang lebih sehat dan produktif. Gadget bukanlah musuh, tetapi penggunaannya harus diawasi agar tetap bermanfaat,” pungkasnya. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)