Advertorial DPRD Balikpapan Desak Penambahan SMP di Balikpapan Timur

DPRD Balikpapan Desak Penambahan SMP di Balikpapan Timur

43
SHARE
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, kembali menyoroti minimnya jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Balikpapan Timur. Ia menilai kurangnya fasilitas pendidikan di wilayah ini menyulitkan siswa lulusan SD dalam mendapatkan sekolah yang sesuai dengan sistem zonasi PPDB.

Menurutnya, salah satu wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Manggar, yang memiliki lebih dari 40 ribu jiwa dan sekitar 100 RT. Namun, hingga saat ini, hanya terdapat tiga SMP, yakni SMP 8, SMP 23, dan SMP 28 yang akan segera dibuka.

“Setiap tahun, ada sekitar 400 lulusan SD di Manggar yang harus melanjutkan ke SMP. Sayangnya, kapasitas sekolah yang tersedia masih sangat terbatas. Hal ini memaksa banyak siswa untuk mencari sekolah di luar zona mereka,” ujar Gasali, Kamis (6/2/2025).

Tidak hanya pada jenjang SMP, permasalahan ini juga terjadi di tingkat SMA. Di Balikpapan Timur saat ini hanya ada dua sekolah lanjutan atas, yakni SMA 7 dan SMK 5 di Lamaru. Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, keterbatasan sekolah ini menjadi kendala bagi lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa harus bersekolah jauh dari rumah.

Gasali mengapresiasi rencana pembukaan SMP 28 di Manggar Baru. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan satu sekolah baru tidak akan cukup untuk mengatasi kekurangan sekolah di Balikpapan Timur.

“SMP 28 memang bisa membantu, tapi jumlahnya masih belum cukup. Kami ingin ada pembangunan SMP baru di daerah ini, sehingga siswa memiliki lebih banyak pilihan sekolah dalam zonasi mereka,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan dalam pembangunan sekolah di berbagai wilayah Balikpapan. Beberapa daerah memiliki dua SMP yang berdekatan, sementara di wilayah yang lebih padat penduduknya hanya terdapat satu SMP.

DPRD Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan sekolah baru, terutama di wilayah yang mengalami defisit sekolah. Gasali memastikan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar penambahan SMP di Balikpapan Timur masuk dalam RPJMD agar rencana pembangunan ini bisa segera terealisasi.

“Kami akan terus memperjuangkan pembangunan SMP baru agar distribusi sekolah lebih merata. Dengan begitu, sistem PPDB dapat berjalan lebih baik dan tidak menyulitkan para siswa serta orang tua,” tutupnya.

(Yud/ADV/DPRD Balikpapan)