Advertorial DPRD Balikpapan: Optimalisasi Wisata Balikpapan Barat sebagai Sumber PAD

DPRD Balikpapan: Optimalisasi Wisata Balikpapan Barat sebagai Sumber PAD

17
SHARE
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menegaskan pentingnya optimalisasi potensi wisata di Balikpapan Barat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Taufik, selama ini sektor pariwisata di Balikpapan lebih banyak terpusat di kawasan pantai, seperti Pantai Manggar, sehingga daerah lain dengan daya tarik wisata belum dikembangkan secara maksimal. Hal ini menjadi perhatian utama DPRD dalam upaya mendiversifikasi sumber PAD dan meningkatkan perekonomian lokal.

Dalam kunjungan lapangan ke Balikpapan Barat, Taufik menyoroti sejumlah destinasi potensial yang masih belum dioptimalkan. Salah satunya adalah hutan mangrove di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Kawasan ini memiliki keunikan tersendiri dengan ekosistem mangrove yang kaya, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi ekowisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, sektor wisata kuliner dan edukasi juga memiliki peluang besar, seperti pengembangan pabrik tahu tempe yang telah dikenal luas. Dengan strategi pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut tidak hanya akan mengenalkan proses tradisional pembuatan makanan khas Balikpapan kepada pengunjung, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang otentik.

Taufik menyatakan bahwa pemerintah kota sebaiknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp20-30 miliar untuk pengembangan sektor wisata di Balikpapan Barat. Ia meyakini bahwa dengan investasi yang tepat, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan bagi PAD serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Jika infrastruktur dan pengelolaan wisata ditingkatkan, Balikpapan Barat bisa menjadi destinasi unggulan yang memberikan manfaat ekonomi besar,” terang Taufik kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).

Lebih lanjut, Taufik mengkritisi bahwa selama ini perhatian pemerintah cenderung lebih difokuskan pada pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan dan gedung, sementara sektor pariwisata belum mendapatkan porsi perhatian yang seimbang. Menurutnya, pemerintah harus mengalokasikan dana yang cukup untuk membangun fasilitas pendukung wisata, seperti tempat parkir yang memadai, sistem tiket masuk, dan fasilitas kuliner yang nyaman bagi pengunjung. Promosi yang lebih agresif juga diperlukan agar potensi wisata di Balikpapan Barat semakin dikenal oleh wisatawan.

Taufik juga mendorong terjalinnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan. Dengan kerja sama yang baik, pengembangan wisata tidak hanya akan berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga membuka peluang usaha serta lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Ia berharap agar pemerintah segera menyusun strategi konkret dalam pengembangan wisata di Balikpapan Barat. Dengan demikian, Balikpapan tidak hanya dikenal dengan wisata pantainya, tetapi juga sebagai kota yang menawarkan beragam pilihan wisata edukasi dan ekowisata.

“Jika ini dikelola dengan baik, Balikpapan bisa menjadi destinasi wisata yang lebih lengkap dan menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah,” pungkasnya. (Yud/ADV/DPRD Balikpapan)