Advertorial DKP Kukar Perkuat Inovasi Olahan Ikan untuk Pasar Global

DKP Kukar Perkuat Inovasi Olahan Ikan untuk Pasar Global

57
SHARE
Kepala DKP, Muslik

sultanews.com, Kukar – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara terus berupaya memperkuat inovasi dalam pengolahan ikan, khususnya pada produk-produk unggulan seperti amplang dan krupuk ikan. Kepala DKP Kutai Kartanegara, Muslik, menyatakan bahwa langkah inovatif ini bertujuan untuk memperluas pasar produk lokal hingga ke tingkat internasional.

Menurut Muslik, pengembangan inovasi dalam pengolahan ikan ini penting untuk menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ia menekankan pentingnya diversifikasi produk agar dapat terus bersaing dan memenuhi permintaan pasar.

“Kami melihat potensi besar dalam produk olahan ikan lokal seperti amplang dan krupuk ikan. Inovasi adalah kunci agar produk-produk ini dapat diterima lebih luas, baik di pasar domestik maupun internasional,” ujar Muslik.

Produk olahan ikan dari Kutai Kartanegara, terutama amplang, kini telah berhasil menembus pasar internasional, termasuk Dubai. Selain itu, permintaan di pasar domestik juga terus meningkat, khususnya saat momen-momen tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri. Pada bulan suci tersebut, permintaan amplang bahkan bisa mencapai satu ton per minggu.

“Kami sangat optimis karena permintaan terhadap amplang dan krupuk ikan ini terus meningkat. Di pasar internasional, terutama di Dubai, produk kita sudah mulai dikenal. Begitu pula di pasar domestik, di mana permintaan melonjak terutama saat hari-hari besar,” jelas Muslik.

Muslik juga menambahkan bahwa DKP Kukar sedang berupaya untuk memperkuat jaringan distribusi produk olahan ikan ini ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah-wilayah yang belum terjangkau seperti Sulawesi dan Kalimantan Barat.

DKP Kukar tidak hanya berfokus pada pengembangan inovasi produk, tetapi juga memberikan perhatian besar pada pembinaan pelaku usaha di sektor pengolahan ikan. Saat ini, DKP telah melaksanakan program pembinaan di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan para pelaku usaha.

Melalui program ini, para pelaku usaha diberikan pelatihan tentang teknik-teknik pengolahan yang lebih modern, standar kebersihan, hingga penggunaan teknologi terbaru untuk meningkatkan kualitas produk olahan mereka.

“Kami berharap melalui pembinaan ini, para pelaku usaha bisa lebih siap untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Kami ingin produk olahan ikan dari Kukar memiliki kualitas yang tidak hanya memenuhi standar lokal, tapi juga internasional,” ujar Muslik.

Muslik juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk kesuksesan program ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat ekosistem usaha di sektor perikanan.

“Kami memerlukan dukungan dari semua pihak, baik itu pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat, agar program ini bisa berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal,” tambah Muslik.

Meski prospek pasar terlihat menjanjikan, DKP Kukar juga menghadapi beberapa tantangan dalam pengembangan produk olahan ikan, terutama dalam hal regulasi dan keterbatasan bahan baku. Beberapa jenis ikan, seperti ikan belida, mengalami pembatasan dalam penggunaannya, sehingga para pelaku usaha harus mencari alternatif bahan baku untuk tetap bisa berproduksi.

“Kami dihadapkan pada tantangan regulasi terkait penggunaan ikan tertentu, seperti ikan belida. Oleh karena itu, kami mendorong para pelaku usaha untuk mencari alternatif bahan baku lain, seperti ikan haruan, yang juga memiliki potensi besar di pasaran,” ungkap Muslik.

Meski demikian, DKP Kukar tetap optimis bahwa dengan inovasi dan strategi yang tepat, produk olahan ikan dari Kutai Kartanegara akan terus tumbuh dan berkembang.

“Kami terus berupaya memperkenalkan produk olahan ikan dari Kukar ke pasar-pasar baru, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu fokus kami adalah memperbaiki teknik pengemasan agar produk lebih menarik dan tahan lama,” jelas Muslik.

Selain itu, DKP juga berencana untuk meningkatkan akses pelaku usaha terhadap teknologi pengolahan ikan yang lebih modern. Dengan teknologi ini, diharapkan kualitas produk bisa semakin meningkat, sehingga mampu memenuhi standar pasar internasional.

Muslik menyatakan harapannya agar inovasi yang dilakukan DKP Kukar dapat membawa dampak positif bagi sektor perikanan di daerah tersebut. Ia optimis bahwa dengan dukungan inovasi yang berkelanjutan, produk olahan ikan dari Kutai Kartanegara akan semakin dikenal dan diminati oleh pasar global.

“Harapan kami, produk olahan ikan dari Kutai Kartanegara bisa semakin berkembang dan diterima lebih luas. Inovasi adalah kunci untuk bisa bersaing di pasar global, dan kami yakin potensi besar ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” pungkas Muslik

(ADV/DKP KUKAR)