sultanews.com, Kukar – Dalam upaya memperkuat transformasi digital dalam proses pembelajaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencetuskan program Sekolah Rujukan Google pada akhir tahun 2023.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tenggarong berhasil menjadi salah satu kandidat Sekolah Rujukan Google tersebut.
Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, mengungkapkan, belum lama ini ia menerima plakat sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google, yang menandakan bahwa sekolah ini menerapkan proses pembelajaran berbasis digital.
Yunus mengaku, intuk mendukung program ini, Disdikbud Kukar memberikan bantuan fasilitas berupa Chromebook kepada sekolah ini.
“Di SMPN 2 ini, satu siswa satu Chromebook dan satu guru satu Chromebook,” ujar Yunus pada Sabtu (13/7/2024).
Selain itu, setiap ruang kelas dilengkapi dengan papan tulis digital yang dapat digunakan baik secara online maupun offline.
“Kami sudah menerapkan program ini sejak Januari 2024 hingga saat ini, dan alhamdulillah berjalan dengan baik,” ungkap Yunus.
Ia menambahkan, dengan predikat sebagai Sekolah Rujukan Google, pihaknya akan melakukan semua administrasi menggunakan digital.
“Seluruh administrasi berbasis kertas sudah tidak lagi kami gunakan. Kami sudah beralih sepenuhnya ke digital,” tegasnya.
Yunus berharap seluruh sekolah, baik jenjang SD maupun SMP, dapat menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google.
Ia optimis bahwa hal tersebut dapat tercapai, mengingat hampir semua satuan pendidikan di Kukar sudah mendapatkan bantuan dan menggunakan Chromebook dalam proses belajar mengajar.
Disdikbud Kukar memberikan dukungan penuh terhadap transformasi digital ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dengan adanya program Sekolah Rujukan Google, siswa dan guru diharapkan dapat lebih mudah mengakses sumber belajar digital dan meningkatkan kompetensi mereka dalam teknologi informasi.
Sekolah Rujukan Google menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
“Kita berharap program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran,” tutup Yunus.
(Adv/Disdikbud Kukar)