Advertorial Eroh Bebaya ke-6: Pesta Kebudayaan Kutai Kartanegara yang Menggema di Yogyakarta

Eroh Bebaya ke-6: Pesta Kebudayaan Kutai Kartanegara yang Menggema di Yogyakarta

58
SHARE
Fetty Puja Amelia Wakil Ketua Tim TP PKK Kukar (Istimewa).

sultanews.com, TENGGARONG – Yogyakarta malam itu tidak seperti biasanya. Gemerlap cahaya dan alunan musik mengiringi gelaran Eroh Bebaya ke-6 di Lapangan Denggung, Sleman. Acara yang diusung oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Jogjakarta ini berhasil memikat hati masyarakat setempat untuk menyelami lebih dalam kekayaan budaya Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Fetty Puja Amelia Rendi Solihin, Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kukar, turut serta dalam pembukaan acara yang penuh warna ini. Dengan rasa bangga, ia mengapresiasi Eroh Bebaya sebagai medium yang efektif untuk memperkenalkan seni dan budaya Kukar kepada masyarakat di luar daerah, terutama Yogyakarta.

“Kehadiran Eroh Bebaya di Yogyakarta ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan dan mempromosikan seni serta adat istiadat Kukar,” ucap Fetty.

Eroh Bebaya lebih dari sekadar pertunjukan seni budaya. Ini adalah panggung yang memperlihatkan potensi Kukar dalam berbagai aspek, mulai dari olahraga tradisional, kuliner khas, hingga kerajinan tangan yang unik. Fetty berharap acara ini akan terus berlanjut dan menjadi jembatan budaya yang menghubungkan Kukar dengan Yogyakarta.

“Melalui Eroh Bebaya, kita berharap dapat memperkenalkan lebih banyak lagi kekayaan yang dimiliki Kukar. Tidak hanya seni budayanya, tetapi juga potensi-potensi lain yang kami miliki,” lanjut Fetty.

Pertunjukan seni budaya Kukar yang beragam menjadi sorotan utama Eroh Bebaya, termasuk tari Eroh Bebaya, tari Hudoq, musik Sape, dan permainan tradisional seperti Begasing dan Egrang. Pengunjung juga disuguhkan dengan aneka kuliner khas Kukar yang menggugah selera.

Antusiasme masyarakat Yogyakarta yang tinggi terhadap Eroh Bebaya menandakan minat yang besar untuk mempelajari dan mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia. Eroh Bebaya tidak hanya dianggap sebagai hiburan, tetapi juga dihargai sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya yang penting bagi generasi muda.

(Adv/Dispar Kukar)