Advertorial Revitalisasi Bekas Tambang di Tenggarong: Langit Timur, Destinasi Wisata yang Berkelanjutan

Revitalisasi Bekas Tambang di Tenggarong: Langit Timur, Destinasi Wisata yang Berkelanjutan

59
SHARE
Wisata Langit Timur

sultanews.com, TENGGARONG – Kisah inspiratif datang dari Loa Ulung, Tenggarong Seberang, di mana bekas area tambang telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. Langit Timur, nama yang kini menjadi simbol harapan dan kebangkitan, menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan keindahan alam dengan inovasi kreatif manusia.

Dermaga Langit Timur bersama lima dermaga lainnya, yaitu Bougenvil, Pelangi, Taman Gubang, Dermaga Gading, dan Pulau Kumbang, telah menjadi pusat perhatian. Mereka tidak hanya menarik pengunjung tetapi juga menceritakan kisah sukses transformasi area pasca tambang menjadi tempat wisata yang memukau.

Safaruddin Pernyata, pemilik Langit Timur, berbicara tentang pentingnya pemanfaatan lahan pasca tambang.

“Kami tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga berupaya menciptakan lapangan kerja dan memanfaatkan lahan ini untuk kebaikan bersama,” kata Safaruddin, Sabtu (11/5/2024).

Seorang karyawan yang kerap di sapa Ateng, pengelola Langit Timur, adalah contoh nyata dari semangat dan ketekunan. Meskipun hanya lulusan SMP, Ateng telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola dermaga dengan baik.

“Dia mungkin tampak maskulin, tetapi dia sangat kompeten dalam pekerjaannya. Kini, sebagai wakil direktur, dia menunjukkan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar,” ungkap Safaruddin.

Menurut Safaruddin, kunci sukses pengelolaan adalah memberikan kepercayaan penuh kepada pengelola.

“Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut atau memesan kemah di Langit Timur, Ateng adalah orang yang tepat untuk dihubungi,” tutup Safaruddin dengan semangat.

Langit Timur dan dermaga-dermaga lainnya di Tenggarong Seberang telah membuktikan bahwa bekas tambang dapat diubah menjadi aset berharga. Mereka siap menyambut pengunjung untuk menikmati keindahan yang telah diciptakan dari bekas luka pertambangan, menandai babak baru dalam sejarah pariwisata di Kutai Kartanegara.

(Adv/Dispar Kukar)